Type something and hit enter

ads here
author photo
By On
advertise here
Allah akan memberikan segalanya saat kita sudah pantas menerimanya, kalau belum atau bahkan gak pantas maka Allah gak akan ngasih ke kita, jadi bersabarlah dan terus berusaha, Allah akan melihat seberapa besar usaha dan doa kita kepadaNya. Jangan berharap jadi kaya raya kalau ngelola uang sedikit saja kita gak bisa bijaksana, nanti kalau dikasih duit banyak dan jadi kaya raya yang ada kita akan kaget, kita akan pakai uang itu untuk membeli dan melengkapi kehidupan dunia ini semata dan lupa akan nikmat Allah yang satu ini. Bahkan alasan yang menjadikan kenapa kita gak kaya karena Allah sayang kita. Allah gak mau kita jadi orang sombong, jadi orang yang lupa diri, mentang-mentang kaya semua uang dihambur-hamburkan untuk membeli dunia, bahkan satu istri gak cukup lalu kawin lagi dan lagi hingga istri yang menemani kita dari awal terlupakan. Begitu pula bila kita adalah perempuan, karena kaya raya segala macam perhiasan kita beli sampai menutupi badan kita hanya karena agar terlihat wah di mata manusia. Atau bahkan karena sibuk kerja dan menjadikan kaya raya sang ibu lupa kodratnya sebagai ibu yang seharusnya mendidik anak-anaknya, melayani suaminya di rumah. Sekarang bukan lagi istri yang melayani suami di rumah mempersiapkan kebutuhan hariannya seperti makanan, pakaian yang rapi bahkan kebutuhan nafsunya itu, tapi orang lain yang disebut pembantu rumah tangga atau istilah sekarang adalah asisten rumah tangga. 

coinpayu
Lalu kenapa sekarang saat sudah menikah kita belum mapan atau kaya raya? Jawabannya adalah selain pribadi kita apakah pasangan kita juga sudah mampu mengelola hartan akan Allah titipkan kepada kita kelak? Kalau jawabnya belum maka Allah gak akan memantaskam kita yang sudah berkeluargan dengan berlimpahan harta benda. Allah akan memantaskan kita menjadi kaya raya saat kita sudah siap dengan kebijaksanaan kita mengelola harta benda dunia. 

Lalu kenapa ada orang yang tidak bijaksana tapi kaya raya? Jawabnya itu hanya cobaan semata. Karena kekayaan seperti itu hanya datang sekelebat mata dan hanya menjadi penyilau kehidupan dunia yang fana. Kekayaan yang Allah berikan kepada kita yang tidak bijaksana dalam mengelolanya adalah bersifat sementara saja. Setelah itu Allah akan menempatkan kita dalam kondisi yang lebih buruk dari sebelumnya. Namun ada juga dari kita yang sebelumnya tak punya apa-apa tetapi sekarang menjadi kaya raya dan justru setelah menjadi orang berada kita malahan menjadi orang yang bijaksana dalam mengelola harta benda. Bijaksana disini bukan dalam artian pelit karena dulu pernah hidup penuh dengan ketidak punyaan harta, tapi bijaksana karena kita tau bahwa apa yang dititipkan kepadanya adalah titipan semata dan juga ada hak orang lain yang lewat melalui dirinya. 

Pantaskah Anda mendapatkan kenikmatan dunia ?

Kalau aku boleh berkata, kehidupan dunia ini banyak macam cobaanya. Ada yang dari kita hidup sejak muda sudah bergelimangan harta benda dari orang tua tapi hingga tua tidak diberikan keturunan. Ada yang punya keluarga dan anak-anak yang sholeh sholeha tapi harta tak punya. Adapula yang punya harta, keluarga (anak istri/suami) tapi penyakit selalu menggerogoti diri. Ada yang sehat wal afiat, anak istri/suami yang selalu merawat tanpa keluh kesah tapi harta tak punya. Ada juga kok yang harta ada, sehat ya iya tapi jodoh tak kunjung tiba. Itu semua adalah ujian dalam kehidupan dunia yang fana. 
Cloud Hosting Indonesia
Kadang aku bersyukur kenapa aku tidak jadi orang kaya dari dulu kala. Itu semua karena Allah sayang sama aku. Bisa jadi, seandainya aku kaya raya dari dulu bisa jadi aku berubah jadi orang yang sombong dan suka pamer dengan kekayaan yang aku miliki. Lebih lagi pasti banyak cewek yang deketi aku gara-gara aku kaya tapi masih muda. Bisa jadi waktu itu aku sudah menikah dari dulu atau mungkin aku bakal menikah muda karena aku sudah punya harta dunia di usia belia. Tapi mungkin juga aku nikah muda karena setelah perbuatan dosa. Aku tidak tau apa yang dulu terjadi bila sejak dari dulu aku menjadi orang kaya raya sedari muda. Oleh sebab itu aku bersyukur kenapa aku tidak kaya sejak dulu, itu semua karena Allah sayang aku dan menyuruhku belajar mengelola harta dengan bijaksana sehingga saat aku kaya apa yang Allah berika menjadi manfaat bagiku tentunya serta bagi orang lain yang hartanya dititipkan lewat diriku.

Kalau kita sadar dengan apa yang sedang kita alami dalam kehidupan sekarang ini. Entah itu cobaan atau  kenikmatan, maka kita akan tau seberapa kapasitas kehidupan kita terhadap Tuhan dan segala kenikmatan yang Ia berikan, seberapa keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Sekali lag, kalau kita sudah pantas menerima maka akan Allah berikan apa yang sudah digariskan. Tapi kalau belum mau bertahun-tahun berusaha pun tak akan menjadi milik kita apa yang kita harapkan. 
ads here

Dari pada ilang dari ingatan lebih baik aku ingin menulis apa yang ada dalam ingatanku saat bagun pagi. Selain jadi renungan buat diriku sendiri, barangkali ada juga pembaca yang pernah terlintas dalam benaknya serupa dengan yang aku tuliskan ini. Kalau iya maka kita satu pemikiran. Aku bukan ustad, tapi aku pernah jadi ustad (guru TIK di pesantren) itupun hanya sesaat dan aku tidak bermaksud menggurui, karena banyak juga orang lain yang gak suka dengan renungan kita dan dianggap lebay. Jadi bagi Anda yang tidak sepemikiran silahkan tuliskan di kolom komentar untuk kita diskusikan, barangkali jadi ide tulisan buatku kelak.  

Tulisan ini aku ketik di HP dari saat baru bangun pagi hari (tentunya setelah selesai pipis) pada Senin 27 September 2021 dan selesai ditulis pukul 4:55WIB. Semoga bermanfaat. 

0 comments

Terima kasih telah mampir dan silahkan tinggalkan jejak (komentar) Anda di bawah