This is a Brave Rewards publisher verification file. Domain: ngopot.com Token: f56aa6c52b6a82e66c66d9aa78a62d5b8dfcd55a326f2e64e63e502024be1626

Type something and hit enter

author photo
By On

Tidak ada batasan usia yang pasti untuk mulai berfikir dan bertindak dengan lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Namun, biasanya pemahaman ini mulai berkembang seiring dengan kedewasaan dan pengalaman hidup. Pada umumnya, saat memasuki usia remaja atau dewasa awal (sekitar 18-25 tahun), individu mulai lebih memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, dan mulai membuat keputusan berdasarkan prioritas. Namun, ini sangat bergantung pada pengalaman pribadi, pendidikan, dan lingkungan sosial individu tersebut. Penting untuk diingat bahwa belajar untuk memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan adalah bagian dari proses pertumbuhan dan perkembangan sepanjang hidup.

Photo by freestocks on Unsplash


Kebutuhan vs Keinginan

Kebutuhan adalah hal-hal yang esensial untuk bertahan hidup dan menjalani kehidupan sehari-hari, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kesehatan. Esensial disini maksudnya adalah apabaila kebutuhan tersebut belum atau tidak terpenuhi maka bisa mengganggu aspek lain dalam kehidupan. Seperti kebutuhan makan, kalau orang lapar dan belum terpenuhi kebutuhan tersebut maka otomatis rasa lapar ini bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Misal saat kerja dan sudah waktunya makan siang plus rasa lapar juga sudah menyerang makan kita harus segera memenuhi kebutuhan tersebut karena kalau kita tidak memenuhi kebutuhan tersebut maka bisa jadi pekerjaan yang sedang kita kerjakan menjadi akan terhambat bahkan tidak selesai dikerjakan atau terlantar.


Lalu kenapa meskipun kita sudah makan kadang kita juga masih ngemil atau jajan? 

Ngemil atau jajan dapat dianggap sebagai keinginan lebih daripada kebutuhan. Ingat, kebutuhan adalah sesuatu yang esensial untuk bertahan hidup dan menjalani kehidupan sehari-hari. Ini mencakup makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kesehatan. Kebutuhan ini harus dipenuhi agar kita dapat berfungsi dengan baik dalam masyarakat.

Keinginan, di sisi lain, adalah sesuatu yang tidak esensial, tetapi kita ingin memilikinya. Ngemil atau jajan termasuk dalam kategori ini. Meskipun kita tidak memerlukan camilan untuk bertahan hidup, kita sering menginginkannya karena rasa enak, hiburan, atau kebiasaan.


Jadi, ngemil atau jajan bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, itu lebih cenderung menjadi keinginan daripada kebutuhan. Namun, penting untuk menjaga keseimbangan dan memilih camilan yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. 


Contoh lain adalah kebutuhan tempat tinggal yang notabene merupakan kebutuhan primer manusia. Entah itu tempat tinggal permanen seperti rumah sendiri, apartemen sendiri ataupun tempat tinggal tidak permanen atau bisa disebut tempat tinggal sewa seperti apartemen sewa, rumah kontrakan ataupun kamar kos. Kebutuhan yang satu ini wajih terpenuhi agar kita bisa berlindung dari panas terik matahari dan guyuran air hujan. Yah, meskipun kita bisa berteduh di bawah kolong jembatan atau di teras warung tapi pasti setiap orang ingin kebutuhan yang satu ini terpenuhi bahkan selalu diusahakan itu merupakan milik sendiri.


Sementara itu, keinginan adalah hal-hal yang kita inginkan dan bisa membuat hidup kita lebih menyenangkan atau lebih nyaman, tetapi bukan merupakan kebutuhan pokok, seperti ngemil atau jajan yang saya contohkan di atas. 



Kalau begitu, mobil termasuk bagian yang mana?

Mobil bisa menjadi kebutuhan atau keinginan, tergantung pada konteks dan situasi individu. Kira-kira begini penjelasnnya,

Photo by Sean DuBois on Unsplash


Mobil sebagai Kebutuhan

  1. Mobilitas: Bagi beberapa orang, mobil adalah sarana untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain secara efisien. Ini khususnya berlaku bagi mereka yang tinggal di daerah dengan transportasi umum yang terbatas. 
  2. Pekerjaan: Beberapa pekerjaan memerlukan mobilitas yang tinggi, seperti sales, pengiriman, atau pekerjaan lapangan lainnya. Dalam hal ini, mobil menjadi kebutuhan untuk menjalankan tugas pekerjaan.
  3. Kesehatan: Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, memiliki akses ke mobil bisa menjadi kebutuhan. Misalnya, orang dengan gangguan mobilitas atau penyakit kronis mungkin memerlukan mobil untuk pergi ke rumah sakit atau dokter.


Mobil sebagai Keinginan

  1. Status Sosial: Beberapa orang menginginkan mobil sebagai simbol status sosial. Mereka mungkin memilih mobil mewah atau sporty untuk menunjukkan prestise.
  2. Kenyamanan dan Gaya Hidup: Mobil juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup dan kenyamanan. Orang mungkin menginginkan mobil dengan fitur-fitur tertentu, desain yang menarik, atau performa yang baik.
  3. Hobi dan Koleksi: Bagi pecinta otomotif, memiliki mobil favorit bisa menjadi keinginan. Beberapa orang juga mengumpulkan mobil klasik atau langka sebagai hobi.

Jadi, dari penjelasn di atas dapat disimpulkan bahwa mobil bisa menjadi kebutuhan praktis, juga penting untuk memahami alasan di balik keinginan kita memiliki mobil tertentu. Setiap individu memiliki prioritas dan keadaan yang berbeda, sehingga definisi mobil sebagai kebutuhan atau keinginan dapat bervariasi.

Tidak hanya mobil, yang katanya hp/smartphone menjadi kebutuhan, tapi tetap saja banyak dari kita yang memiliki hp/smartphone karena keinginan kok.


Pentingnya Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Membedakan antara kebutuhan dan keinginan adalah kunci untuk pengelolaan keuangan yang baik. Karena menurut pengamatanku, orang yang sudah paham dengan pengelolaan keuangan dia akan lebih bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Tentu saja dia akan lebih mengutamakan kebutuhan dari pada keinginannya. Meskipun dia harus mengontrol dirinya untuk memiliki/menikmati apa yang diinginkan, karena dia saja apa yang diinginkan bukan apa yang dia butuhkan. Karena bila keingian tesebut tidak atau belum terpenuhi pun dia sadar itu tidak akan menjadi beban pikiran bahkan tidak akan mengganggu kehidupannya.


Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana tentang bagaimana menggunakan sumber daya kita. Ini juga membantu kita untuk menghindari pemborosan dan menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan. 


Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan adalah suatu proses yang berlangsung sepanjang hidup. Tidak ada batasan usia tertentu untuk mulai memahami konsep ini. Namun, biasanya saat memasuki usia remaja atau dewasa awal, individu mulai lebih memahami perbedaan ini dan membuat keputusan berdasarkan prioritas. Proses ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, pendidikan, dan lingkungan sosial individu tersebut. Oleh karena itu, penting untuk terus belajar dan berkembang dalam memahami konsep ini sepanjang hidup kita. Karena bayak juga manusia yang sudah berumur tapi tetap tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga hidupnya selalu dipenuhi hal-hal yang tidak berguna.

0 comments

Barangkali ada kekurangan dari tulisan ini silahkan tambahkan di kolom komentar untuk berdiskusi.