Type something and hit enter

ads here
author photo
By On
advertise here

Siapa yang tidak bahagia saat sedang bersedih sesedih-sedihnya ditinggal pergi untuk selamanya oleh orang-orang yang dicintainya tiba-tiba dihibur oleh orang-orang yang mencintai kita. Seperti itupula sekiranya yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW pada waktu ditinggal pergi selamanya oleh orang-orang yang beliau cintai. Lalu Allah SWT menmemperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu dinaikan ke langit ke tujuh untuk bertemu dengan-Nya.


Baru kemarin tanggal 28 Februari 2022 kita merayakan peringatan yang sangat bersejarah bagi umat muslim yaitu Isra' Mi'raj. Dua peristiwa besar yang kita sebagai umat muslim yakini sebagai perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu dinaikan oleh Allah SWT ke langit hingga sampai ke Sidratulmuntaha yang merupakan tempat tertinggi di langit ke tujuh. 


Perlu dipahami bahwa Isra' Mi'raj adalah dua peristiwa yang terjadi dalam satu malam saja. Peristiwa pertama adalah perjalan Nabi Muhammad SAW dari Makah (Masjidil Haram) ke Palestina (Masjidil Aqsa). Peristiwa kedua adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit ketujuh bertemu dengan Allah SWT untuk menerima hadiah yaitu sholat lima waktu. 


Isra' Mi'raj merupakan hiburan yang Alllah SWT berikan kepada Nabi Muhammad SAW yang saat itu sedang sangat berduka karena ditinggal pergi untuk selamanya oleh orang-orang yang beliau cintai. Kedukaan pertama yaitu ketika Nabi Muhammad SAW ditinggal pergi (meninggal)nya istri tercinta Khadijah dan juga ditinggal pergi untuk selamanya (meninggal) oleh paman tercinta Abu Thalib. Dua orang yang sangat dicintai oleh Rosul ini sangat berjasa dan selalu menjadi backing sang Nabi selama menjalankan dakwah di tanah haram. Khadijah adalah istri pertama Nabi, seorang saudagar wanita di tanah Mekah yang selalu menemani Rosul dalam berdakwa. Sedangkan Abu Thalib adalah paman Rosul yang selalu memberikan dukungan dan backingan kepada Nabi ketika diganggu oleh para kafir qurais. 


Meninggalnya dua orang yang sangat dicintai Nabi ini membuat beliau sangat terguncang jiwa raganya. Oleh sebab itu Allah SWT memberikan hiburan kepada Nabi dengan memberangkatkan beliau dalam perjalan satu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu dinaikkan ke langit ketujuh untuk bertemu dengan Allah SWT serta Nabi-nabi terdahulu. 


Oleh sebab itu, bisa dibilang bahwa sholat itu adalah "hiburan" yang diberikan Allah SWT kepada umat muslim melalui Nabi Muhammad SAW. Yang namanya hiburan sudah pasti akan membuat orang yang dihibur merasa bahagia atau senang. Namun apakah selama ini kita melakukan sholat dengan perasaan senang? apakah sholat yang dihadiahkan Allah SWT kepada kita ini sudah membuat kita menjadi bahagia? jawabannya ada pada diri kita masing-masing. 

0 comments

Terima kasih telah mampir dan silahkan tinggalkan jejak (komentar) Anda di bawah