Klik Untuk Memulai Menambang Bitcoin Dengan Mudah Dirgahayu Indonesia Ke-76

Pengalaman Kena Corona

Memang siapa sih yang mau kena corona, pasti gak ada oran yang mau kena corona meskipun pada akhirnya kena corona juga. Akupun demikian pastinya tidak mau kena corona meskipun bulan kemarin hampir setiap hari ketemu orang baru karena aku panitia PPDB di sekolahan. Ternyata corona tidak bisa diprediksi bakal mengenai siapa. 

Pengalaman ini memang tidak ingin aku ulang tapi setidaknya dengan pernah kena corona maka aku tau kalau kena corona itu tidak asik dan tidak enak meskipun aku juga tidak kwatir pada diriku sendiri yang kena corona. Aku lebih kwatir kalau aku nularin ke anak dan istriku. Tapi siapa yang tau wong kita gak swap apalagi sebelum aku kena corona anakku sudah terlebih dahulu mengalami badan panas, pilek serta batuk yang lama. Baru deh setelah itu aku yang mengalami gejala-gejala itu kemudian sehari setelahnya baru istriku ikut tertular corona. 



Jadi kalau diriku sendiri gejala awalya adalah sakit seperti demam, badan terasa dingin namun kalau disentuh orang lain katanya panas. Kepala rasanya seperti dijambak rambutnya, dan sakit kepala ini berlangsung dari pagi sampai pagi lagi hilang dan muncul terus. Apalagi kalau batuk rasanya kepala sakit banget. Hidung juga meler kadang juga mampet tapi itu masih bisa aku atasi dibandingkan rasa sakit di kepala yang seperti dijambak-jambak. 

Awalnya aku berpikir ini hanya demam biasa tapi kok sampai tiga hari, kemudian aku berpikir lagi apa mungkin aku kena gejala tipes lagi seperti dulu sebelum anakku lahir, karena seingetku tipes itu ya gejalanya seperti demam ini. Nah, di hari ketiga ini aku mencoba memeriksakan diri ke dokter, setelah paginya aku mencoba mencium bau minyak kayu putih dan ternyata masih bau. 

Aku ceritakan semua gejala awal sakitku ini. Dokter cuma bilang kalau nanti ada gejala tidak bisa mencium bau dan merasakan apapun lidahnya segera ke dokter itu lagi buat dapat rujukan. Aku jadi berpikir apa aku kena corona. Tapi masih santai saja sih gak panik juga kok, karena dari dokter cuma dikasih obat yang gak jelas berwarna kuning semua tiga bungkus tapi bentuknya sama semua akhirnya aku ke apotik untuk beli obat yang lebih meyakikan dengan menceritakan apa yang aku rasakan. Akhirnya aku diberikan obat Dolo-Neurobion untuk sakit kepala dan batuk sedangkan obat bernama Lapfed untuk rasa dingin pada badan yang aku rasakan. 


Sementar obat dari dokter tidak aku minum sama sekali karena aku gak yakin dengan obat kuning-kuning tiga bungkus itu. Istriku bilang paling itu paracetamol karena aku periksa menggunakan BPJSKes. 
Setelah aku minum obat dari apotik setelah makan, aku langsung istirahat di kamar dan bangun sekitar jam 1 siang dengan rasa lapar di perut. Padahal pagi tadi sebelum minum obat makan saja rasanya tidak doyan meskipun aku paksakan diri makan roti sama susu coklat doang. Tapi setelah bangun siang ini aku jadi laper dan pengen makan, entah kenapa kok jadi laper dan pengen makan, akhirnya aku makan ayam goreng yang dimasak istri, aku juga masih bisa mencium bau ayam goreng yang dimasak oleh istriku siang itu. Rasanya enak makan nasi putih dan ayam goreng doang. 

Nah, hari berikutnya baru deh penciumanku hilang, lidah juga tidak bisa merasakan manis atau rasa yang lainnya meskipun rasa pedas masih terasa dikit banget. 

Karena sudah positif corona maka aku tidak melakukan swab, itu semua sudah menandakan gejala corona jadi aku berpikir buat apa aku harus swab ke dokter jauh-jauh ataupun ke puskesmas yang nanti malah aku disuruh isolasi di tempat isolasi pemerintah. 

Aku memutushkan untuk isolasi mandiri di rumah hingga akhirnya tepat satu hari setelah aku tidak bisa mencium bau apapun istriku juga tidak bisa mencium bau apapun juga. Sepertinya aku menularkan corona ke istriku juga. Awalnya aku khawatir gimana kalau anakku ketularan juga, tapi aku juga berpikir apa aku ketularan karena awalnya anakku yang tertular duluan. Karena anak kami tidak bakal bisa lepas dari ibunya oleh sebab itu kami memutuskan untuk isoman di rumah dengan anak kami meskipun anak kami yang baru umur 13 bulan ini beresiko tertular corona juga. Tapi Alhamdulillah anak kami tidak ada gejala-gejala corona seperti sesak nafas meskipun kadang badan dia panas sejak sebelum aku kena corona. 

Tidak sampai satu minggu aku tidak bisa mencium bau apapun dan tidak bisa merasakan rasa apapun di lidah. Mungkin hanya 4 atau 5 hari aku mengalami gejala corona itu hingga akhirnya 16 Juli 2021 aku sudah bisa mencium bau-bauan seperti bawang putih dan juga minyak kayu putih. Lidah juga sudah bisa merasakan rasa manis asin meskipun baru 20%. 

Selama kena corona aku di rumah bersama istri dan anakku, makan ya makan seperti biasa, nyuci pakaian juga seperti biasa. Cuma lebih sering rasanya pengen berak meskipun yang keluar dikit. 

Aku juga sering bercanda dengan istriku selama kena corona, tidak ada rasa panik ataupun khawatir aku bakal mati karena corona meskipun aku khawatir dengan kepada anak dan istriku. Tapi alhamdulillah kita semua selamat dan berhasil melewati proses pengcoronaan pada badan kami bertiga. 

Aku memang sudah pernah divaksin sampai tahap 2 tapi nyatanya kena corona juga, sedangkan istriku belum divaksin apalagi anakku. Tapi sekali lagi kami bersyukur kami bisa melewati ini semua. Jadi bisa aku katakan kepada siapapun jangan takut dengan corona karena corona, karena kalau kita takut dan malah panik maka yang akan malah membuat badan kita jadi drop dan imun menjadi turun. 

Selama isoman aku juga sering berjemur di pagi hari bahkan kadang sampai 1 jam berjemur di bawah sinar matahari pagi. Aku juga mengkonsumsi vitamin tambahan karena kebetulan sebelum positif istriku sudah beli vitaman karena istriku kwatir aku kena corona. Makan ya makan seperti biasa karena itu penting. Minum, aku selalu diingatkan oleh bapak mertua agar minum air putih hangat terus setiap saat kalau bisa sampai badan berkeringat karena panas air minum itu. Makanan tidak ada yang spesial karena kadang aku juga makan roti tawar, mie instan meskipun gak ada rasanya. Aku tidak pemilih soal makanan meskipun sakit, adang yo pesen seblak meskipun gak terasa pedes tapi tiba-tiba mencret. 

Pokoknya jangan panik dan stres bila kena corona, kalau takut mending konsultasi ke dokter atau ahli kesehatan yang paham tentang corona, tapi kalau yakin seperti aku maka bisa langsung isoman di rumah agar tidak menularkan pada orang lain. Karena bisa jadi imun kita kuat tapi orang di luar sana imunnya tidak sekuat kita. 

Sayangi diri sayangi orang lain agar selamat semua dari corona, meskipun aku berpikir semua akan corona pada saatnya seperti semua akan masuk angin pada waktunya. 

Semoga semua bisa melewati corona dengan selamat dan bahagia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengalaman Kena Corona"

Post a Comment

Terima kasih telah mampir dan silahkan tinggalkan jejak (komentar) Anda di bawah

Pasang Iklan Disini Untuk Promosi Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Berlangganan artikel terbaru dari blog ini langsung ke email Anda:

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Pasang Iklan Disini Untuk Promosi Anda