Type something and hit enter

ads here
author photo
By On
advertise here

Mau sedikit cerita apa yang aku alami pagi ini saat di sekolah. Jadi pagi ini aku memang sengaja tidak sarapan dari rumah biar istri tidak perlu buru-buru masak, aku juga sudah ngomong hal itu ke istriku. Sebelum berangkat ke sekolah aku mampir buat beli bolang-baling, yaitu sejenis adonan roti yang digoreng yang biasanya kalo di tempat asalku Pekalongan dijual pada pagi hari. Di tempat asal istri yaitu Malang disebut roti goreng karena memang digoreng dan biasanya dijual bebarengan dengan cakwe oleh bapak-bapak di pinggri jalan. 

Aku sendiri suka dengan roti ini, anakku yang masih umur 18 bulan juga suka dan sering makan roti ini di pagi hari. Istriku sering membelikan roti satu ini sebelum aku berangkat ke sekolah sekalian beli bahan-bahan makanan di pasar, karena kebetulan pasarnya itu deket banget dari rumah, tinggal jalan kaki sekitar 100 meter sudah sampe pasar dan di pasar pasti ada penjual bolang-baling. Aku makan roti satu ini karena memang kadang males makan nasi pagi-pagi tapi tetep harus sarapan untuk menambah stamina tubuh saat kerja. 


Kembali ke ceritaku pagi ini, setelah sampe sekolah dengan seplastik kecil bolang-baling yang masih anget yang aku beli seharga 4ribu rupiah saja, kira-kira berisi 9 buah berarti kalo dijual satuan harganya 500 rupiah. Saat tiba di parkiran motor aku keluarkan bolang-baling dari dalam jok motorku dan kebetulan di parkiran ada 2 guru lain yang juga baru datang. Saat di pos satpam, aku tawarkan bolang-baling itu ke mereka dan mereka mengambil sambil mengajak ngobrol sebentar. Tak terasa bolang-baling di plastik tinggal 3 buah, padahal awalnya aku beli bolang-baling itu untuk aku sarapan pagi tapi ternyata Allah menggerakkan badanku untuk membagikan bolang-baling yang seharusnya jadi santapan sarapanku kepara orang lain yang baru datang ke sekolah. Sisa 3 buah aku biarkan berada di meja satpam agar dimakan oleh satpam atau siapapun yang datang ke meja itu karena saat aku meletakan bolang-baling itu pak satpam sedang sibuk mengatur lalu lintas agar guru-guru dan tamu yang datang ke sekolah tetap aman dan selamat. 


Baru saja masuk ke lobi sekolah eh ketemu sama Ibu Saykhoh yang baru keluar dari ruang guru dan bilang "Mas, sudah sarapan? itu ada sarapan di aula ya, itu mas Arno juga lagi makan di sana." tanpa pikir panjang langsung saja aku jawab "Siap bu!" dengan tegas tanpa menanyakan sarapan apa. 


Setelah mengambil kamera di ruanganku serta pasta dan sikat gigi (kebetulan belum sikat gigi karena belum sarapan) aku langsung menuju aula tempat acara Deklarasi dan Talkshow Sekolah Ramah Anak yang diadakan jam 8 pagi ini.  Setelah sampai di ruang aula aku tidak langsung mencari makanan tapi melihat kondisi ruang aula yang sudah tertata dengan rapi sedemikian rupa sambil ngecek persiapan live streamingnya. Lalu setelah itu baru deh aku menuju ke sebuah bangku panjang yang di atasnya terdapat 3 bungkus plastik berwarna hitam yang isinya adalah nasi bungkus, satu berisi nasi bungkus megono, satunya berisi nasi daging rendang dan bungkusan terakhir adalah plastik berisi tahu dan bakwan goreng. 


Setelah itu pasti sudah pada tau kan apa yang terjadi? ya betul sekali, akhirnya aku ambil satu bungkus nasi berlauk daging serta 3 buah tahu goreng sebagai lauk, maaf saja kalo soal makan gorengan aku gak cukup 1 atau 2 karena gorengannya kecil-kecil. 


Dari kejadian pagi ini aku belajar bahwa saat kita berbagi dengan orang lain maka balasan atau imbalan yang akan kita dapatkan adalah yang lebih nikmat lagi. Sebenernya hal-hal seperti ini sering aku alami tapi baru kali ini aku berniat menulisnya karena kebetulan udah lama gak nulis blog padahal domain blog ini harus aku perbaharui kontraknya bulan Januari 2022 nanti sekalian ini jadi tulisan terakhir di tahun 2021 sebelum berganti menjadi tahun baru 2022 esok hari. 


Next time aku akan tulis cerita-cerita hidupku yang menurutku luar biasa, seperti aku sering diingetin sama Gusti Allah untuk berbuat ini itu ketika aku membaca arti/terjemahan dari ayat Al-Qur'an yang aku baca, tapi itu next time saja karena tulisan ini sudah terlalu panjang. 

0 comments

Terima kasih telah mampir dan silahkan tinggalkan jejak (komentar) Anda di bawah